inspiring stories

(inspiring stories) Insyallah akan membuka mata ruhani kita akan agungnya makna hidup ini untuk selalu disyukuri bukan dikeluhi

Saturday, March 31, 2012

u re ma evrything


Happy b’day bunda ku tercinta..
For me  you are my everything
Semoga Bunda Panjang umur, sehat selalu, murah rezeki, selalu mencintai dan dicintai oleh Allah swt.

Ya Allah tak banyak pintaku, aku hanya ingin melihat  orang yang paling kucintai didunia ini selalu dalam keadaan sehat dan selalu dalam perlindunganmu ya Allah...Amiinnn

Aku mungkin belum bisa membahagiakan beliau dari segi materi ataupun kesuksesan.,,
tapi insyaAllah aku akan selalu membahagiakan mu dr kasih sayang, cinta kasih dan kepatuhanku sebagai seorang anak.  Mungkin hal ini pun belum sebanding dengan kasih sayang yang kau berikan kepadaku Ibu,, Maafkan aku ibu..

Ibu bagaikan sahabat terbaik bagiku,,
Setiap langkahku, setiap cerita”ku, kesedihanku, kegembiraanku semua ku curahkankan padanya.
Dia lah yang selalu mendengar dan memberikan nasihat terhebat untukku.

Siapa sosok inspirasimu didunia ini?
Tanpa Ragu Kukatakan, Ibu.. Dialah Ibu ku..
Bagiku dia sosok wanita sempurna..
Dia Guru terhebat bagiku dan mungkin juga untuk anak didiknya disekolah..
Dia tidak pernah mengeluh menjalani hidup,,
Semua dilakukanny dengan keIkhlasan dan Ridho dr Allah
Aku tau tak mudah baginya menjalani kehidupan ini,,
Tapi dia mengingatkanku untuk selalu bersyukur kepada Allah.

Ibu selalu mengajarkanku bagaimana mendekatkan diri kepada Allah swt.
Bahkan Tak Lelah dia..
Membangunkanku dikala sepertiga malam,
membangun untuk puasa senin & kamis,
mengingatkanku Dhuha,
Melantunkan Ayat” Alquran..
Sampai akhirnya aku benar” sadar. Dan ku kerjakan semuanya dengan keIkhlasan dari diriku sendiri.


Ibu,, sosok nya begitu sempurna dimata ku.
Aku ingin sepertinya,,
Tapi tidak akan pernah bisa sama,,
Aku bisa memasak karena selalu melihatnya memasak, tapi jg tak selezat masakannya.
Aku mencoba menjahit karena melihatnya menjahitkan pakaian yang indah” untukku,,tapi jg tak seindah jahitannya
Aku mencoba menyukai bunga dan bercocok tanam seperti dirinya, tapi tenyata bukan jiwaku.
Aku belajar seni Qariah seperti dirinya, tapi aku tak berseni.
Aku mencoba bernyanyi seperti suaranya tapi suaraku tak semerdu suaranya.
Aku mencoba Belajar agar hidupku bisa bermanfaat bagi orang lain tapi aku tak seikhlas dirinya.
Aku bercita-cita menjadi guru seperti dirinya, tapi keadaan yang merubahku.
Dan Aku sadar,Aku Tak seutuhnya bisa seperti dirinya..
BeliauLah inspirasi terhebatku..
Terima Kasih Ibu…







Friday, March 30, 2012

Pantaskah kita Mengeluh...??

Ketika kita mengeluh : “Ah mana mungkin.....”Allah menjawab : “Jika AKU menghendaki,cukup Ku berkata “Jadi”,maka jadilah (QS. Yasin ; 82)

Ketika kita mengeluh : “Capek banget gw....”Allah menjawab : “...dan KAMI jadikan tidurmu untuk istirahat.” (QS.An-Naba :9)

Ketika kita mengeluh : “Berat banget yah, gak sanggup rasanya...”Allah menjawab : “AKU tidak membebani seseorang, melainkan sesuai kesanggupan.” (QS. Al-Baqarah : 286)

Ketika kita mengeluh : “Stressss nih...Panik...”Allah menjawab : “Hanya dengan mengingatku hati akan menjadi tenang”. (QS.Ar-Ro’d :28)

Ketika kita mengeluh : “Yaaaahh... ini mah semua bakal sia-sia..”Allah menjawab :”Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarah sekalipun,niscaya ia akan melihat balasannya”. (QS. Al-Zalzalah :7)

Ketika kita mengeluh : “Gile aje..gw sendirian..gak ada seorangpun yang mau bantuin...”Allah menjawab : “Berdoalah (mintalah) kepadaKU,niscaya Aku kabulkan untukmu”. (QS. Al-Mukmin :60)

Ketika kita mengeluh : “ Duh..sedih banget deh gw...”Allah menjawab : “La Tahzan, Innallaha Ma’ana. Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita:. (QS. At-Taubah :40)

kita semua yang mulai galau atas perhatian Allah yang serasa jauh dari kita padahal sebaliknya Allah dekat selalu (QS. Al-Baqarah 186)..

Tuesday, March 20, 2012

detik-detik kematian


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Sesaat sebelum mati, Anda akan merasakan jantung berhenti berdetak, nafas tertahan dan badan bergetar. Anda merasa dingin ditelinga. Darah berubah menjadi asam n tenggorokan berkontraksi.

0 Menit ...

Kematian secara medis terjadi ketika otak kehabisan supply oksigen.

1 Menit ...

Darah berubah warna n otot kehilangan kontraksi, isi kantung kemih keluar tanpa izin.

3 Menit ...

Sel-sel otak tewas secara masal. Saat ini otak benar-benar berhenti berpikir.

4 – 5 Menit ...

Pupil mata membesar n berselaput. Bola mata mengkerut krn kehilangan tekanan darah.

7 – 9 Menit ...

Penghubung ke otak mulai mati.

1 – 4 Jam ...

Rigor Mortis (fase dimana keseluruhan otot di tubuh menjadi kaku) membuat otot kaku n rambut berdiri, kesannya rambut tetap tumbuh setelah mati.

4 – 6 Jam ...

Rigor Mortis Terus beraksi. Darah yang berkumpul lalu mati dan warna kulit menghitam.

6 Jam ...

Otot masih berkontraksi. Proses penghancuran, seperti efek alkohol masih berjalan.

8 Jam ...

Suhu tubuh langsung menurun drastis.

24 – 72 Jam ...

Isi perut membusuk oleh mikroba dan pankreas mulai mencerna dirinya sendiri.

36 – 48 Jam ...

Rigor Mortis berhenti, tubuh anda selentur penari balerina.

3 – 5 Hari ...

Pembusukan mengakibatkan luka skala besar, darah menetes keluar dari mulut dan hidung.

8 – 10 Hari ...

Warna tubuh berubah dari hijau ke merah sejalan dengan membusuknya darah.

Beberapa Minggu ..

Rambut, kuku dan gigi dengan mudahnya terlepas.

Satu Bulan ...

Kulit Anda mulai mencair.

Satu Tahun ...

Tidak ada lagi yang tersisa dari tubuh Anda. Anda yang sewaktu hidupnya cantik, gagah, ganteng, kaya dan berkuasa, sekarang hanyalah tumpukan tulang-belulang yang menyedihkan. Jadi, apa yg mau disombongkan org sebenarnya?….

♥ Allah SWT Tidak Buta ♥

Suatu ketika, seorang pemuda bergelimang dosa mendatangi Ibrahim bin Adham,

"Aku sudah tercebur maksiat cukup dalam, bagaimana aku dapat berhenti dari semua perbuatan tercela ini ?"

Ibrahim bin Adham terdiam sejenak, lalu berucap, "Jika kamu bisa memegang lima hal ini, niscaya kau terjauh dari perbuatan maksiat.

Pertama, jika kau berbuat maksiat, usahakanlah Allah tak melihat perbuatanmu."

Orang itu terperangah,

"Lalu, kenapa kau berbuat dosa seakan-akan Allah tidak melihatmu ?"

Pemuda itu tertunduk, malu, "Katakanlah yang kedua !"

"Jika kau masih berbuat maksiat, jangan lagi kau makan rezeki Allah."

kembali pendosa itu kaget, "Bagaimana mungkin ? Bukankah semua rezeki datang dari Allah ? Air liur di mulutku ini pun datang dari Allah."

Ibrahim berkata, "Pantaskah memakan rezeki Allah sedang kita melanggar perintah dan melakukan larangan-Nya ? Ibarat kamu numpang makan kepada orang, sementara setiap saat kau selalu mengecewakannya dan ia melihat perbuatanmu, masihkah kamu punya muka untuk terus makan darinya ?"

"Sekarang katakanlah yang ketiga."

"Ketiga, jika kau masih berbuat dosa, janganlah tinggal di bumi Allah."

Air mata pendosa itu menitik.

"Keempat, jika kau masih berbuat maksiat, dan suatu saat malaikat maut datang mencabut nyawamu sebelum kau bertaubat, tolaklah. Janganlah mau nyawamu dicabut."

"Tak seorang pun mampu menolak datangnya malaikat maut ...."

"Jika begitu, mengapa kau masih berbuat maksiat ? Tidakkah terpikir olehmu, jika suatu ketika malaikat maut itu datang justru pada saat kamu sedang mencuri, menipu, berzina atau melakukan dosa lainnya ?"

Pemuda itu tak kuasa menahan tangis.

"Lalu, hal apa yang terakhir ?"

"Kelima, jika kamu masih ingin berbuat dosa dan malaikat maut sudah mencabut nyawamu justru ketika kau melakukan dosa maka janganlah mau kalau nanti malaikat Malik memasukkanmu ke neraka. Mintalah kesempatan hidup sekali lagi !"

"Bagaimana bisa ? Bukankah hidup hanya sekali ?"

Ibrahim berkata, "Karena hidup hanya sekali, kenapa kita masih menyia-nyiakan hidup ini dengan menumpuk dosa ?"

"Cukup ! Aku tak sanggup lagi mendengarnya," ucap pemuda itu seraya menangis lalu pergi meninggalkan Ibrahim bin Adham.

Sejak itu ia tak lagi mendekati maksiat dan orang-orang mengenalnya sebagai seorang ahli ibadah.

Sunday, March 18, 2012

Tinggal Dalam Kuburan

Hidup Selama selama 17 tahun dalam kuburan?
hmm..mungkin kalian akan mengira  gadis ini tinggal dekat dengan kuburan.
Tidak! 
Dia tidak tinggal di dekat kuburan, tapi tinggal di dalam kuburan itu sendiri.

Bagaimana kisahnya?
Mungkin kita gak akan bisa mempercayai kisah ini, karena gadis ini lahir dari keluarga berada.
Ayah dan Ibunya orang yang hebat dan terpandang yg memiliki kekayaan berlimpah.
Pandangan dr para tetangga juga melihat kedua orang tua ini adalah orang tua yang sempurna,
namun orang hanya bisa menilai apa yang tampak dr luar.

Orang-orang tidak pernah tahu bahwa kedua orang tua terpandang inilah yang memasukkan anak gadisnya ke dalam kuburan,
dan menjalani hidup selama 17 tahun di dalam kuburan!

Setiap hari, si gadis  makan, minum dan tidur di dalam kuburan,yang penuh kegelapan.
Dia juga hanya bisa menjalani apa yang diberikan kedua orang tuanya, tanpa perlawanan.
Menjelang ulang tahun itu yang ke-17,
orang tuanya berjanji akan mengabulkan apa pun permintaannya sebagai hadiah ulang tahun.

Sang Gadis sadar akan hidupnya ini, dan inilah saatnya dia akan mengajukan permintaannya,
ia tidak ingin lagi tinggal di kuburan, tapi apakah orang tuanya benar-benar akan mengabulkan permintaannya?

Hari itu pun tiba. sang gadis
berulang tahun yang ke-17.
Kedua orang tuanya datang menghampiri dan menanyakan hadiah apa yang ia inginkan.
si gadis menjawab, “Ayah, Ibu… saya tidak meminta banyak, saya hanya minta 1 hal.” “Apa, Nak? katakanlah, Ayah dan Ibu pasti akan mengabulkan permintaanmu”

“Ayah dan Ibu berjanji?”
“Tentu, Nak. Ayah dan Ibu berjanji akan memenuhi apapun permintaanmu, selama kami mampu.”
"apa permintaanmu Nak" tanya Ayah… Ibu,
Saya tidak ingin tinggal lagi di kuburan”
“Apa? Apa maksud permintaanmu itu, Nak?”
“Ayah sudah berjanji akan mengabulkan permintaanku,
dan hanya itu permohonanku, Yah.”

“Iya, Nak. Ayah sudah berjanji… tapi… tapi… Ayah tidak mengerti, Nak.”
“Ayah, sudah 17 tahun saya tinggal di sini, tapi tidak seharipun saya mendengar Ayah atau Ibu membaca Al-Quran.

Sedangkan Rasulullah pernah mengatakan
bahwa rumah yang tidak pernah dibacakan Al-Quran di dalamnya adalah seperti kuburan.
Saya tidak ingin tinggal lagi di kuburan, Yah.”
”Ayah dan Ibu pun terdiam.
“Ayah dan Ibu bahkan tidak pernah mengajariku bagaimana membaca Al-Quran.
Memang rumah ini mewah, besar dan orang-orang melihatnya sebagai istana.
Tapi mereka tidak tahu, bahwa di mata Rasulullah, rumah ini seperti kuburan.
Jika Ayah dan Ibu mau menepati janji mengabulkan permintaanku, tolong Yah..
Aku tidak ingin lagi tinggal di kuburan.

Ajarilah aku membaca Al-Quran, agar rumah ini bercahaya dengan cahaya Al-Quran.
”Renungan Di manakah kalian selama ini makan, minum, tidur dan menetap? di rumahkah? di kos kah? di kontrakan kah? atau kah di kuburan?
karena Rasulullah mengibaratkan rumah yang tidak pernah dibacakan Al-Quran di dalamnya, seperti kuburan..

Jadi, di manakah sebenarnya kalian tinggal saat ini?